Rabu, 07 Mei 2014

Ketika Ku Eja Ombak


Malam ini, hening...
Gerimis yang turun sejak tadi
Melantunkan bunyi bersama lautan...

Aku heran, saat-saat hening seperti ini, kenapa aku selalu mengingatnya kembali..
Padahal hembusan nafas terakhirnya telah lebih dari delapan tahun lalu..
Ia telah pergi menuju ketiadaan, dan aku terus merenunginya..
Ya.., Aku terus terpaku pada ketiadaan..
Meratapi kehilangan yang sementara di dunia..

Gerimis, senja, dan bunyi ombak, akan membuatku mengeja kenangan..
Meretas kembali semua yang berlalu..
Membuatku merasa jatuh dari tingginya masa depan..
Membawaku menjauh dari usiaku yang baru; beberapa Belas..

Ketika senja meredup, Aku selalu bertanya;
Adakah musik tanpa suara yang syahdu di dengar..?
Apakah ombak ini akan menggiring cita-cita..?

Dan ketika fajar menyeruak, Kutemukan jawabannya;
Aku adalah suling tanpa irama..
Aku adalah pasir yang digiring ombak..

Aku merasa Hilang, selalu;
Sebab ia telah menuju ketiadaaan..

_______________________________________________

Ahad Malam, 05 Februari 2012. Di General Santos Sea, Perbatasan lines Indonesia-Philipinnes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar